tentang saya

Foto saya
Saya seorang dokter umum yang gemar fotografi, menulis buku dan pelbagai artikel kesehatan populer di beberapa media cetak nasional. Saya menikah dengan Erna Sjafiiah Wardaningsih SE, MSE. Kami telah dikaruniai anak laki-laki bernama Muhammad Fatih yang telah berusia 2 tahun Saya kini aktif membina kelompok studi jurnalistik kesehatan populer "Pesta Gagasan" Fakultas Kedokteran Unpad, serta bergiat sebagai kader kesehatan Partai Keadilan Sejahtera Jakarta Timur

Minggu, 23 Oktober 2011

Medical Channel


Potret Kesehatan Indonesia
Indonesia masih bertengger di urutan atas soal penyakit, contohnya TBC. Jumlah penderita tuberkulosis di Indonesia merupakan yang terbanyak ketiga  di dunia. Ini tentu bukan sebuah prestasi yang layak dibanggakan. Begitu pula dengan angka kematian ibu dan bayi. Kondisi ini amat menggelisahkanku selaku tenaga medis.
Ironisnya, ditengah buramnya potret kesehatan di negeri ini, pemerintah masih saja betah menerapkan paradigma sakit, yang bukan saja mahal ongkosnya, namun tak terbukti mujarab memperbaiki kondisi kesehatan masyarakat.
Paradigma sakit dicirikan dengan  kebijakan kesehatan yang lebih mengutamakan aspek pengobatan (kuratif) dan rehabilitasi  penyakit. Secara kasat mata, bisa dilihat dari lebih banyaknya anggaran pemerintah yang dialokasikan untuk dua prioritas itu. Paradigma sakit merupakan kebijakan yang boros anggaran.


Menggeser Paradigma Kesehatan
Mencegah jauh lebih baik daripada mengobati. Kita semua mengamini idiom itu. Ada banyak alasannya, antara lain karena lebih hemat anggaran dan lebih mudah dilakukan. Kini saatnya menggeser paradigma pembangunan kesehatan di Indonesia ke paradigma sehat dalam arti yang sebenarnya, bukan sebatas slogan.
Paradigma sehat menekankan fokus utama pada dua aspek, yakni promosi kesehatan dan pencegahan penyakit. Di sini, pemerintah dituntut untuk lebih cerdas menggerakkan seluruh potensi pemangku kepentingan bidang kesehatan, termasuk para tenaga kesehatan dan institusi pendidikan kesehatan  untuk menguatkan dua aspek tersebut.
Edukasi kesehatan masyarakat dan pencegahan penyakit  bisa ditempuh dengan beragam upaya dengan  memanfaatkan pelbagai media. Melalui kegiatan ini, kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang  kesehatan, juga manfaat menerapkan perilaku hidup sehat ditumbuh suburkan.  Masyarakat didorong untuk memelihara kesehatannya sendiri.


Stasiun TV “Medical Channel, Mimpi Terbesarku
Ada kesenjangan wawasan yang terlalu lebar antara para praktisi dan pengambil kebijakan kesehatan dengan masyarakat. Kondisi semacam ini rentan menimbulkan beragam konflik jika tak segera dicarikan solusinya.
Saat ini masyarakat terbelah dalam dua kelompok besar, yakni yang memiliki akses informasi yang luas dan yang terbatas. Namun keduanya memiliki kesamaan, yakni gemar menyimak siaran TV. Di sinilah ideku tentang pendirian stasiun TV “Medical Channel” demi menjembatani kesenjanagan informasi kesehatan di masyarakat menemukan alasannya.
Tujuan utama dari pendirian stasiun TV ini adalah membuka akses informasi kesehatan yang luas dan terpercaya bagi masyarakat. “Medical Channel” pun diharapkan menjadi pemicu yang kuat bagi tumbuhnya perilaku hidup sehat, sekaligus mendorong keterbukaan dan kemajuan dunia kesehatan di tanah air.


Program Stasiun TV “Medical Channel”
Ada beberapa program acara unggulan yang ditawarkan Stasiun TV “Medical Channel”, diantaranya:


A.                   Medical Debate
Bayangkan betapa menariknya jika isu-isu hangat seputar kesehatan dikupas cerdas melalui debat! Misalnya rokok. Selama ini pemerintah dan industri rokok berdalih bahwa rokok memberi manfaat yang lebih besar dari aspek ekonomi dan kesehatan, ketimbang dampak negatif kesehatan yang ditimbulkannya. Benarkah? Suatu saat kita akan mengundang perwakilan pemerintah, industri rokok, ekonom, serta para tenaga kesehatan untuk berdebat secara cerdas, argumentatif berdasarkan data yang valid. Biarlah masyarakat mengetahui informasi yang sebenarnya seputar industri rokok dan dampak negatifnya dari aspek ekonomi dan kesehatan.


B.                    Meet The Doctor
Program acara “Meet the Doctor” kami tujukan untuk membuka wawasan masyarakat seputar kesehatan dengan topik yang terprogram setiap harinya. Misalkan hari senin adalah pembahasan tentang Ilmu Penyakit Dalam, selasa untuk membicangkan seputar ilmu kandungan dan kebidanan, rabu waktunya membahas ilmu penyakit kulit, kelamin dan kosmetik, dan begitupun seterusnya. Acara diskusi interaktif yang terprogram jelas semacam ini memudahkan pemirsa untuk memilih topik diskusi yang sesuai dengan kebutuhannya.
Para pakar kesehatan dari berbagai perguruan tinggi di tanah air  akan menjawab secara langsung pertanyaan-pertanyaan dari masyarakat secara interaktif.  Program ini merupakan ikhtiar kami untuk menghindari bias sekaligus memverifikasi informasi kesehatan yang dperoleh  masyarakat dari beragam media cetak  maupun “online” selama ini.


C.                    Medical Challenges
Program ini kami tujukan bagi para dokter dan institusi pendidikan kesehatan untuk menjawab tantangan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran (Iptekdok). Di sini, hasil riset terbaru dan terbaik seputar kesehatan di tanah air akan dipaparkan.
 Kita perlu mendorong publikasi ilmiah kesehatan secara luas dan cepat. Melalui program ini, kita berharap kemajuan dunia kesehatan di tanah air bisa diakselerasi.
“Medical Challenges” akan menjadi pemicu lahirnya riset kedokteran berkualitas, yang pada gilirannya mampu meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat. Program ini akan menjadi parameter kemajuan riset kesehatan dari beragam perguruan tinggi di tanah air.

D.                   Live Surgery
Masyarakat membutuhkan lebih banyak informasi terkait teknik dan prosedur, juga  biaya yang diperlukan untuk  satu tindakan operasi. Ambil contoh  operasi katarak. Berapa sebenarnya biaya operasi dari penyakit akibat pengeruhan lensa mata ini? Bagaimana prosedurnya? Apa komplikasi yang mungkin timbul setelah operasi? Berapa lama waktu pemulihan pasca operasi? Kini, melalui stasiun TV “Medical Channel”, kami mengundang Anda ikut menyaksikan secara langsung operasi katarak melalui TV di rumah Anda!  Anda juga berkesempatan mendengar ulasan dari dokter yang melakukan tindakan operasi tersebut.
Kami berharap, melalui program “Live Surgery”, masyarakat mendapat gambaran yang lengkap dan informasi yang tepat mengenai suatu prosedur operasi, termasuk estimasi biayanya. Melalui keterbukaan informasi seperti ini, kami pun berharap rumah sakit mampu bersaing memberikan tarif termurah dengan kualitas layanan terbaik bagi masyarakat.


E.                    Diet on Health
Maraknya program kuliner di TV yang menyajikan panduan menu makananan sehat patut diapresiasi. Namun itu belum memadai. Masyarakat juga membutuhkan program kuliner yang secara spesifik membahas menu makanan dan minuman harian untuk satu penyakit tertentu, misalnya panduan kuliner untuk penderita diabetes, hipertensi, kanker dan sebagainya. Inilah yang kelak di sajikan oleh stasiun TV “Medical Channel” dalam program “Diet on Health”.
Selain menyajikan menu sehat yang menggugah selera, “Diet on Health” juga akan memandu penderita penyakit tertentu mengolah dan mengonsumsi menu hariannya dengan panduan ahli gizi klinik dan kuliner terbaik. Diet yang tepat merupakan upaya menuju sehat selain dengan  obat.


F.                    Move Your Body
Kurangnya aktifitas fisik yang menyehatkan menjadi satu faktor penyebab timbulnya beragam penyakit, termasuk kegemukan dan obesitas, yang di beberapa negara maju sudah terkategori  wabah. Ironisnya, penyakit akibat berat badan berlebih ini juga mengacam penduduk di negara berkembang, termasuk Indonesia. Meski sulit memperoleh data yang pasti, jumlah penderita kegemukan dan obesitas di Indonesia diperkirakan terus meningkat setiap tahunnya.
Masyarakat membutuhkan sebuah panduan berolah raga yang tidak hanya dibimbing seorang ahli senam, tetapi juga pakar kedokteran olah raga guna menentukan jenis, durasi dan tempo olah raga yang sesuai untuk individu sehat, maupun yang sedang sakit dan menjalani masa pemulihan. Program acara “Move Your Body” menjadi pilihan tepat untuk mereka yang mengidamkan gaya hidup sehat.


Mimpiku, Mimpi dan Kerja Kolektif Kita
Saya benar-benar terobsesi mewujudkan mimpi ini. Saya mengidamkan seluruh pemangku kepentingan kesehatan di tanah air bisa bekerja sama mewujudkannya. Saya mulai dengan mensosialisasikan mimpi ini ke Fakultas Kedokteran Unpad, almamater saya, yang saya harapkan bisa menjadi insiator dalam merealsisasikannya. Saya ingin membangun Indonesia yang cerdas dan sehat. Karena itu stasiun TV “Medical Channel” mesti mewujud suatu saat nanti, insya Allah.

Selasa, 31 Agustus 2010

Beberapa penyakit yang diperbolehkan untuk tak Berpuasa

Islam merupakan ajaran yang mudah dan bersesuaian dengan fitrah. Seperti perintah berpuasa ramadhan, di dalamnya terkandung begitu banyak kebaikan Puasa wajib selama satu bulan ini tak akan mengundang celaka bagi para pelakunya, manakala dilakukan sesuai dengan sunnah rasul yang mulia.


Puasa akan memberi dampak positif dalam segala hal, tak terkecuali kesehatan. Rasulullah bersabda, "Berpuasalah, niscaya akan menyehatkan". Puasa itu menyehatkan. Itu tak perlu diragukan. Tak terhitung riset kesehatan yang mendukung sabda rasulullah di atas.


Ada dua kondisi penyakit, yang amat disarankan (baca: disunnahkan) untuk tidak berpuasa (berbuka), yakni:

1. Jika berpuasa akan menghambat proses penyembuhan penyakit tersebut

2. Jika berpuasa akan memperberat penyakit tersebut

contohnya diantaranya:

1. Sakit tukak lambung yang kronis, yang kerap diikuti dengan muntah darah

2. Penyakit kencing manis yang tak terkontrol dengan baik

3. Penyakit kronis lain yang tak lagi bisa diharapkan kesembuhannya menurut penilaian medis (Buku Fiqih Puasa)

Mereka yang mengidap penyakit di atas disunnahkan untuk tidak berpuasa, dan diwajibkan meng-qodho, kecuali mereka yang penyakitnya tidak lagi dapat diharapkan kesembuhannya menurut pertimbangan medis oleh seorang dokter ahli. Bagi mereka hanya diwajibkan membayar fidyah.


Jika ada diantara sahabat, atau mereka yang memiliki kerabat yang mengidap penyakit sebagaimana disebutkan di atas, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan seorang dokter ahli sebelum berpuasa.

Inilah indah dan agungnya ajaran Islam. Ia akan selalu sejalan dengan pengetahuan modern


Wallahu'alamu bishowwab


dr. Genis Ginanjar Wahyu

Dokter, kader kesehatan PKS, penulis buku dan artikel kesehatan populer


Rabu, 18 Agustus 2010

Menyiasati Sakit Maag kala Berpuasa

Sekilas tentang Sakit Maag


Jika Anda pernah, atau sering mengalami nyeri di perut bagian atas, atau rasa kembung disertai mual-muntah, bisa jadi Anda mengidap kumpulan gejala dispepsia, atau yang lebih dikenal dengan istilah sakit maag. Sakit maag kerap dijumpai pada wanita muda, meskipun kaum pria pun tak jarang mengeluhkannya.


Secara sederhana, sakit maag ini dibedakan menjadi dua, organik dan fungsional. Sakit maag organik bila penyebab keluhan-keluhan di atas telah diketahui secara pasti melalui serangkain pemeriksaan, meliputi pemeriksaan fisik, endoskopi, foto rontgen barium enema, uji laboratorium dan sebagainya. Sebaliknya, jika tidak diketahui penyebabnya, digolongkan sakit maag fungsional.


Meski penyebab pasti sakit tukak lambung (ulkus pepticum, jenis sakit maag organik -pen), belum diketahui oleh ilmu kedokteran modern, penyebabnya diduga satu dari tiga hal, yakni:


1. Infeksi dinding lambung oleh bakteri Helicobacter pylori

2. Berkurangnya zat pelapis dinding lambung

3. Meningkatnya produksi asam lambung (HCl)



Sakit Maag dan Kewajiban Berpuasa


Puasa Ramadhan merupakan kewajib setiap orang beriman yang telah baligh dan berakal sehat. Bagi penderita sakit maag, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan seorang dokter sebelum menjalankan ibadah puasa, agar dapat ditentukan apakah dengan sakit maag yang diderita memungkinkan untuk beribadah puasa atau tidak.


Sebagai contoh, mereka yang menderita sakit maag organik berat (ulkus pepticum) hingga kerap muntah darah, sangat tidak dianjurkan berpuasa. Berpuasa akan memperberat sakit yang diderita. Ia mendapat keringan (rukhshoh) untuk tidak berpuasa, dan menggantinya dengan membayar fidyah.


Sebaliknya, mereka yang hanya menderita sakit maag fungsional dan tidak terlalu berat, tetap dianjurkan berpuasa ramadhan. Bahkan dalam banyak kasus yang kami tangani, puasa ramadhan yang dilakukan sesuai anjuran Sang Nabi dapat mengurangi bahkan menyembuhkan sakit yang diderita.


Menyiasati Sakit Maag Kala Berpuasa Ramadhan


Ada beberapa kiat yang dapat dilakukan untuk meminimalisasi munculnya gejala atau keluhan sakit maag kala berpuasa. Diantaranya:


1. Hindari makanan yang terlalu merangsang saat sahur dan berbuka puasa


Yang tergolong makanan yang terlalu merangsang adalah:

a. Terlalu asin, seperti telur asin dan ikan asin, mie instan, makanan cepat saji, pindang bandeng dan sebagainya

b. Terlalu pedas, seperti sambal dan saus botolan

c. Terlalu asam, seperti pempek palembang, saus tomat dan sebagainya


2. Batasi, bahkan jika perlu berhenti merokok saat sahur dan berbuka puasa


Rokok, selain berpotensi menimbulkan kanker, juga merangsang pengeluaran cairan asam lambung (HCl) yang berlebihan. Cairan yang berlebihan ini akan mengiritasi lambung, dan menimbulkan beragam keluhan sakit maag.


3. Hindari makanan yang berlemak dan bersantan saat sahur dan berbuka puasa

Makanan bersantan seperti kolak, sayur lodeh perlu dihindari penderita sakit maag kala berpuasa. Makanan ini akan menimbulkan rasa kembung dan tidak nyaman di perut.


4. Konsumsi obat sakit maag sesuai petunjuk dokter

Ada beragam jenis obat sakit maag yang beredar di pasaran. Sebelum mengonsumsi obat-obat sakit maag semacam ini, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter. Konsumsi obat sakit maag dalam jangka panjang akan menimbulkan sulit BAB (sembelit) atau diare


Selamat Berpuasa Ramadhan, Sahabatku!


Plered, 18 Agustus 2010



dr. Genis Ginanjar Wahyu

Dokter, kader kesehatan PKS dan Penulis


Selasa, 17 Agustus 2010

Memilih Menu Sahur yang Sehat


"Bersantap sahurlah, karena di dalamnya ada keberkahan" (Al-Hadist, Mutafaq Alaih)

Berbeda dengan waktu berbuka puasa yang selalu ditunggu dan menggairahkan, santap sahur kebalikannya. Betapa tidak, kita disarankan makan dan minum di pagi buta, bahkan mungkin saat ayam masih terlelap di kandangnya. Rasa malas kerap menghampiri. Namun tahukah Anda, bahwa ternyata di dalam bersantap sahur ada keberkahan? Keberkahan adalah bertambahnya nilai kebaikan suatu hal. So, sahur yang dilakukan secara sehat akan memberi banyak kebaikan selama Anda berpuasa ramadhan.

Sahur tak ubahnya sarapan pagi di bulan selain ramadhan. Sebagaimana sarapan sangat penting dan menyehatkan, sahur pun demikian. Ia menjadi sumber dan cadangan energi, vitamin, mineral dan air selama kurang lebih 14 jam berpuasa. Tak ayal, sahur yang menyehatkan menjadi kebutuhan mereka yang tengah beribadah puasa.


Tips Sahur Sehat

Ada beberapa hal yang mesti diperhatikan dalam bersantap sahur yang sehat, diantaranya:

a. Mengakhirkan waktu sahur

Tak ada ajaran Islam, kecuali pasti bersesuaian dengan fitrah manusia. Ajaran Sang Nabi untuk mengakhirkan sahur mengandung banyak kebaikan, diantaranya; 1) menjaga cadangan energi agar mencukupi selama berpuasa 14 jam, 2) memberi jeda yang cukup bagi lambung antara waktu berbuka puasa yang relatif panjang dengan waktu bersantap sahur, 3) agar kita bisa melaksanakan sunnah yang lainnya, misalnya sholat subuh berjamaah di mesjid.


Sahur yang ideal adalah sekitar 30 menit sebelum waktu sholat subuh/ imsak. Hal ini dimaksudkan agar kita bersantap sahur tidak terlalu tergesa-gesa dan tetap bisa menikmati santap sahur

b. Mencukupi pola makan bergizi seimbang

Pola makan bergizi seimbang menjamin terpenuhinya kecukupan gizi selama berpuasa. Sesungguhnya kebutuhan gizi kita tak terlalu berbeda ketika berpuasa dan di hari biasanya. Yang berbeda hanya pengaturan waktuya.. Orang dewasa dengan aktifitas normal membutuhkan sekitar 2000 kalori per hari. Kebutuhan 2000 kalori per hari tersebut dipasok 50-60% nya dari karbohidrat, lemak sebesar 20-25% sedangkan protein menyumbang 10-15%.

Menu sahur yang sehat:

1. Sumber karbohidrat: 1 gelas nasi, kentang atau ubi-ubian
2. Sumber protein hewani: 1 potong daging sapi, ayam atau terlur
3. Sumber protein hewani: 1 potong tempe atau tahu, kacang-kacangan
4. Sumber serat 1 potong pisang atau apel, atau jeruk, seporsi sayur


c. Menghindari jenis makanan dan minuman yang mengiritasi lambung

Karena di konsumsi dini hari, pilihlah menu sahur yang tidak mengiritasi lambung. Hindari makanan yang serba "terlalu", diantaranya:

1. Terlalu asam, misalnya buah yang belum terlalu masak, atau jus siap minum dsb,
2. Terlalu asin atau tinggi kadar garamnya, misalanya mie instan, fast food, minuman bersoda)
3. Terlalu pedas, seperti sambal dan saus botolan

d. Cukupi kebutuhan serat harian

Kebutuhan serat harian antara 25-35 gram. Serat diperoleh dari buah, sayuran, agar-agar dan jeli. Serat tidak dicerna di dalam tubuh dan berperan sebagai pemasok mineral dan penahan air. Serat yang dikonsumsi memadai akan menghindarkan Anda dari susah buang air besar (konstipasi) selama berpuasa. Selain itu, karena berfungsi menahan air, serat juga akan menghindarkan rasa haus berlebihan.


Selamat berpuasa ramadhan, Sahabatku!

Plered, 17 Agustus 2010 21.30

dr. Genis Ginanjar Wahyu
Dokter, Kader Kesehatan PKS dan Penulis

Rabu, 11 Agustus 2010

Cegah Bau Mulut ketika Berpuasa Ramadhan

Mencegah bau mulut ketika  berpuasa ramadhan


Bau  mulut (halitosis) sungguh mengganggu, terutama pada saat berpuasa Ramadhan. Bau mulut membatasi interaksi dan menurunkan rasa percaya diri pengidapnya. Alhasil, bagi mereka yang setiap hari berinteraksi dan berkomunikasi secara intensif, seperti para dokter, teller bank, psikolog, dan sebagainya sangat terganggu dengan kehadiran si bau mulut ini.

Dari mana asalnya si bau mulut ini?

Rongga mulut, kontributor utama bau mulut


Bau mulut disinyalir menjadi alasan ketiga orang berkunjung ke dokter gigi, selain keluhan gigi berlubang dan penyakit periodontal (jaringan sekitar gigi dan gusi). Sumber utama (85-90%) bau mulut berasal dari dalam rongga mulut, yang berkaitan dengan konsumsi bawang putih, keju, ikan, daging, merokok, alkohol juga masalah obesitas.

Bagian belakang lidah diduga sebagai kontributor utama bau yang dihasilkan rongga mulut. Di sini, ratusan jenis bakteri anaerob penghasil bau tinggal dan beraktifitas. Bakteri inilah yang akan mengurai sisa makanan yang tertinggal di dalam lidah, dan memproduksi senyawa kimia berbau tak sedap, seperti indole, skatole, polyamine, dan senyawa sulfur yang mudah menguap (volatile sulfur compounds, VSCs), seperti hydrogen sulfide, methyl mercaptan, Allyl methyl sulfide, dan dimethyl sulfide.

Selain bagian belakang lidah, beberapa penyakit di gusi dan jaringan periodontal juga patut dicurigai sebagai sumber keluhan napas tak sedap ini. Gusi berdarah atau bernanah (abses) menimbulkan bau. Karena itu sangat disarankan untuk segera mengobati penyakit-penyakit ini.

Bau Mulut dari Hidung

Hidung yang tak sehat pun bisa menimbulkan bau tak sedap di mulut. Mereka yang memiliki riwayat penyakit radang rongga sinus (sinusitis), kerap mengeluhkan bau busuk di mulut dan hidungnya. Sinusitis yang tak diobati segera dapat menimbulkan gangguan kesehatan serius, diantaranya nyeri kepala menetap dan bau mulut.

Pada anak-anak dan balita, waspadai juga kemungkinan adanya benda asing yang masuk ke dalam rongga hidung, dan menimbulkan bau mulut. Mereka gemar memasukkan manik-manik ke hidungnnya. Jika terlalu besar, manik-manik ini akan sulit dikeluarkan dan menjadi sumber infeksi di dalam hidung yang menimbulkan bau.

Sumber bau mulut dari amandel

Tonsil, atau masyarakat sering menyebutnya amandel, seringkali terinfeksi dan membengkak. Amandel yang membengkak dan tak segera diobati menjadi tempat bersarangnya bakteri dan penumpukan sisa makanan. Amandel yang besar dan terinfeksi terlihat seperi bakso bulat berwarna kemerahan yang terletak di kiri dan kanan bagian atas pangkal lidah, dengan bintik-bintik putih menyerupai sariawan (detritus).

Biasanya penyakit amandel lebih banyak dijumpai pada anak-anak, meski tak jarang pula orang dewasa yang mengeluhkannya. Amandel yang terinfeksi dan membengkak menimbulkan bau mulut tak sedap.

Bau mulut, pertanda penyakit sistemik

Selain masalah lokal di rongga mulut, bau mulut bisa menjadi penanda adanya penyakit sistemik yang berat, seperti:

1. Penyakit Liver (hati) kronis

2. Infesksi saluran napas bagian bawah, misal bronkhitis, emfiema (kumpulan nanah di paru-paru) dan sebagainya

3. Infeksi dan Gagal Ginjal

4. Penyakit-penyakit kanker

5. Kencing manis (Diabetes mellitus) dan lain sebagainya.

Bau mulut ketika Berpuasa

Ketika berpuasa, rongga mulut akan lebih kering karena produksi air liur menurun disebabkan asupan makanan yang terbatas. Perlu diketahui, air liur (saliva) sangat dibutuhkan sebagai penjaga kelembaban rongga mulut, membantu pencernaan makanan, juga memiliki efek anti bakteri karena mengandung lisozym.

Pernurunan produksi air liur selama berpuasa, menyebabkan lidah dan organ-organ lain di rongga mulut cenderung kering. Kondisi ini memudahkan bakteri anaerob untuk berkembang biak lebih cepat. Mereka aktif menngurai sisa-sisa makanan setelah sahur, yang menimbulkan bau mulut tak sedap.

Kiat mencegah bau mulut ketika berpuasa

Meski sangat menggangu, bau mulut ketika berpuasa bisa dicegah dengan beragam cara, diantaranya:

1. Hindari konsumsi makanan atau zat yang dapat menimbulkan bau mulut, seperti bawang putih dan keju. Sebisa mungkin hindari merokok saat sahur dan berbuka puasa

2. Biasakan menyikat gigi selepas sahur,setelah berbuka juga sebelum tidur

3. Gunakan penyikat lidah, untuk membersihkan sisa makananan di pangkal lidah

4. Jika perlu, gunakan pencuci mulut "mouth wash" selepas menyikat gigi

5. Jangan tunda berkunjung ke dokter gigi, apabila ANda memiliki gangguan di rongga mulut, atau berkonsultasilah dengan dokter umum/ spesialis penyakit dalam bila Anda memiliki penyakit sistemik yang berat.

Selamat menunaikan ibadah puasa dengan aroma mulut yang lebih segar dan sehat, Sahabatku!

11 Agustus 2010

Ramadhan hari pertama di Klinik AQMA plered,

dr. Genis Ginanjar Wahyu

Kader Kesehatan Partai Keadilan Sejahtera dan Penulis Kesehatan Populer di berbagai media cetak nasional

Selasa, 08 Desember 2009

Buku Stroke Hanya Menyerang Orangtua?


Komentar Buku Stroke Hanya Menyerang Orangtua

"Definisi buku yang baik adalah buku yang bahasanya mudah dicerna, isinya dapat menambah wawasan dan pesan yang terkandung mampu memberi pengaruh positif bagi pembacanya. Buku ini sudah cukup memiliki semua kriteria-kriteria diatas. Ketika perubahan gaya hidup menjadi isu utama yang melatarbelakangi peningkatan angka penderita stroke di negara-negara berkembang seperti Indonesia, pesan-pesan yang disampaikan oleh buku ini diharapkan dapat menggugah dan menjadi rem di tengah-tengah masyarakat."

Ihdina Sukma Dewi, dr.

Master student of Medical Science

Lund University, Sweden

"Stroke dapat dihindari apabila kita tahu faktor predisposisi atau penyebabnya. Kecacatan akibat stroke dapat diminimalkan manakal kita mampu bertindak cepat, yakni merujuk pasien stroke dengan aman. Namun pemahaman masyarakat umum yang relatif minim tentang stroke menjadi penghambat langkah ini. Buku “Stroke Hanya Menyerang Orangtua” karya dr. Genis Ginanjar ini ini dapat menjadi panduan masyarakat dalam mencegah penyakit stroke

-dr Ayu Wulandari, dokter Puskesmas di Jakarta Selatan


Buku Stroke Hanya Menyerang Orangtua? dapat diperoleh di Toko Buku Gramedia dan Gunung Agung

Senin, 20 Juli 2009

Buku Obesitas pada Anak


Beberapa Komentar atas Buku Obesitas pada Anak

"Hingga saat ini Puskemas dan Posyandu memang masih memprioritaskan pencegahan dan penanggulangan penyakit gizi kurang pada balita dan anak , meski kita tidak boleh menutup mata atas fenomena peningkatan prevalensi penyakit kegemukan maupun obesitas pada balita maupun anak.

Fenomena peningkaian prevalensi kegemukan dan obesitas pada Anak antara lain disebabkan karena minimnya pemahaman dan perilaku hidup sehat masyarakat. Selamat kepada dr. Genis Ginanjar Wahyu atas terbitnya buku kegemukan dan Obesitas pada Anak ini!"

(dr. Ayu Wulandari, dokter PTT di Puskesmas Jakarta Selatan)

"Para orangtua kerap menganggap kegemukan pada anak merupakan fenomena yang wajar. Namun, buku Obesitas pada Anak yang ditulis oleh dr. Genis Ginanjar Wahyu telah membuka mata para orangtua bahwa kegemukan maupun obesitas pada Anak merupakan penyakit yang mesti ditangani secara tepat".

(Hafsari, karyawati PT. Takaful)

"Cakupannya yang luas, meliputi aspek klinis, epidemiologi dan kebijakan kesehatan membuat buku ini layak menjadi satu sumber rujukan bagi masyarakat maupun para mahasiswa di bidang kesehatan terkait persoalan kegemukan dan obesitas pada anak".

(dr. Mita puspita, dokter umum)


Buku Obesitas pada Anak diterbitkan oleh Bentang Pustaka Mizan, Juli 2009

Buku ini dapat diperoleh di Toko Buku Gramedia dan Gunung Agung atau dipesan melalui www.bukabuku.com atau www.mizan.com insya Allah lebih dari 2,5 % royalti yang diterima akan penulis sumbangkan untuk Komunitas Fesbuk Peduli Pendidikan